PhotobucketWelcome to my Weblog!
Enjoy reading!This site is dedicated to publishing my unlimited ideas as and when I am able to pen my thoughts and opinions. You're welcome to browse through the archives and comment on the entries.

"And whosoever fears Allah and keeps his duty to Him. He will make a way for him to get out from every difficulty. And He will provide from sources he never could imagine."
- Surah 65 At-Talaq 2,3

Saturday, 17 May 2008

Kebangkitan Nasional, Sunyi Pengorbanan!!


Di dalam krisis BBM dan sebagainya, kejernihan mata batin untuk melihat jalan keluar. Tapi gemerlap kehidupan pasca-modern, seperti yang yang memaguti Indonesia saat ini, adalah kehidupan yang disesaki kebisingan sampah suara. Politisi, pedagang, ilmuwan, mahasiswa, dan agamawan berlomba berebut pengeras suara, jual kecap nombor satu. Nyaris tak ada yang siap mendengar suara yang lain, bahkan suara batinnya sendiri.

Di dalam pasar perebutan suara, di mana setiap pihak datang dengan klaim kebenarannya sendiri-sendiri, tak ada suara yang dapat dipercaya kecuali yang dikatakan dalam bahasa diam.

Hanya dalam bahasa diam, Tuhan sebagai bahasa kebenaran punya ruang untuk hadir di relung hati, menemani kita dalam sunyi. Di dalam sunyi dan ketelanjangan diri, dengan sengatan terik matahari, ada keredhaan dalam kepasrahan. Di dalam keredhaan dan kepasrahan ada kekusyukan dalam peribadatan. Dalam kekusyukan peribadatan, kesucian dan kebenaran ilahi bisa didekati. Dan di dalam kedekatan dengan Ilahi, ada pijar pencerahan untuk mengemban misi kekhalifahan. Dan di dalam misi kekhalifahan ada pesan perdamaian.

Kesunyian menghadirkan kekayaan yang lain, yang tidak dimiliki oleh kebanyakan manusia modern. Bukan hanya kemiskinan keterasingan, melainkan juga kemiskinan spiritual, yang membuat mereka hidup dengan penuh kecemasan dan kekerasan.

Setiap upaya pembebasan memerlukan latihan kesunyian pastoral. Seperti semua Nabi pernah menjadi penggembala ternak, untuk belajar mengayomi di jalan sunyi. Adapun jalan sunyi sendiri adalah yang memadukan keimanan dan pengorbanan.

Tidaklah beriman seseorang hingga mengorbankan apa yang dicintainya kepada orang lain. Keimanan kita tak menjadi sumber pembebasan dan kemajuan, dikarenakan menipisnya daya-daya pengorbanan kita. Para pemimpin di segala lapisan dan segi tak terbiasa lagi meletakkan tangannya di atas, melainkan sentiasa di bawah. Mereka mengalami kemiskinan permanen karena tak pernah merasa cukup dengan apa yang telah ditimbunnya!!!

BANGKIT LAH ANAK BANGSA KU!!!

1 comment:

  1. Diam! Bonoriau, jika diam dek si dara, barangkali mungkin, itu tandanya dia setuju berkahwin. Jikalau negara, pemimpin yang diam, mendiamkan pesalah, yang sepatutnya di mahkamahkan, hanya kerana ianya pembesar negara. Aduh! Di Malaysia seorang daripada 6 yang tertera di akhbar, perihal percaturan hakim, pohonnya, "dakwalah saya...". Ya, Tun Dr Mahathir Mohamad, mantan Perdana Menteri kami, yang tiada ia gentar demi kebenaran. Di Indonesia bagaimana?

    ReplyDelete

If you like this post then please consider subscribing to my full feed RSS. You can also subscribe by Email and follow my Twitter have new posts sent directly to your inbox.